Wisata Sejarah ke Makam Kehormatan Belanda di Ereveld Ancol

By Ursula Meta Rosarini - 8:00 am

15 Desember 2020


Hy guys, how are you?
Welcome (back) to my blog!

Guys, kalau berkunjung ke Ancol kalian kemana saja? Of course, Dunia Fantasi, Sea World, Atlantis, Gelanggan Samudra, Eco Park, mall, restoran, berbagai sudut pantai,  jembatan cinta atau pantai Carnaval kan?.

Tidak banyak diketahui orang, di sudut jembatan pantai Carnaval Ancol, terdapat sebuah pintu gerbang besar yang sangat sepi, bertuliskan jelas EREVELD ANCOL. Yups, tempat tersebut adalah Taman Pemakaman Belanda.



Sebelum masuk ke Area ini, karena tidak ada security di pintu masuk, kami cukup bunyikan lonceng di samping pintu gerbang dan penjaga tempat akan menyambut kita. Saat kami berkunjug ke tempat tersebut, di dalam ada dua orang pengunjung. Benar, tempat ini sangat sepi, tidak banyak pengunjung.

Begitu masuk ke area Ereveld, aku cukup terkejut, sama sekali tidak terbayangkan ada tempat seperti ini di tengah keramaian Ancol dengan segala hiruk pikuknya.

Kami bertemu dengan seorang penjaga makam yang sangat ramah dan informatif (maaf aku lupa namanya, padahal di baju seragamnya tertulis jelas namanya). Beliau menjelaskan bahwa Ereveld dalam bahasa Belanda yang artinya tempat kehormatan, jadi Ereveld Ancol yang dulunya rawa tak berpenghuni ini adalah Makam Kehormatan Belanda di Indonesia untuk menghormati korban perang (Perang Dunia II di Asia tenggara) dalam rentang waktu tahun 1942 - 1946.  Ereveld ini didirikan tahun 1946, jauh lebih dulu sebelum ada Taman Wisata Impian Jaya Ancol.


Di pemakaman ini, setidaknya terdapat 2.000 korban perang. Beberapa orang yang dimakamkan di sini adalah tentara Belanda hingga rakyat sipil Indonesia yang menentang penjajahan Jepang dan terdapat ± 250 nisan di  pemakaman yang cukup luas ini.

Semua korban perang yang dimakamkan di Ereveld Ancol, dieksekusi secara kejam oleh tentara Jepang (sebagian besar dipancung dan dilempar ke rawa), meskipun tidak semuanya dieksekusi di Ancol, sebagian di Bandung, Banjarmasin, Medan, Pontianak yang jasad atau tulang belulangnya di bawa ke Ereverld Ancol untuk dimakamkan secara layak.


Satu hal yang sangat menarik dari Ereveld ini adalah adanya pohon Alianths Exclesia atau yang dikenal dengan sebutan Hemelboom atau pohon surga. Banyak eksekusi yang di lakukan di bawah pohon tua yang sudah diawetkan ini, jadi hingga kini, kita masih bisa melihat pohon tersebut meskipun akarnya sudah mati.


Di bawah Hemelboom, terdapat satu makam yang cukup menyita perhatian, yaitu makam Luchien Ubels. Seorang wanita Belanda yang saat itu berusia 24 tahun yang merupakan korban salah tangkap karena kekeliruan identifikasi yang tragis, sebenarnya yang dicari oleh tentara Jepang adalah adik laki-lakinya Lambert Sam Ubels. 


Korban yang telah dieksekusi kemudian jasadnya ditumpuk dan dikubur secara massal di suatu tempat dan digali kembali setelah perang selesai dan dikumpulkan sesuai idantitasnya. Kemudian di dirikan sebuah monumen di tempat tersebut yang bernama Agleement Monument. Pada monumen tersebut tertuliskan HUN GEEST HEEFT OVERWONNEN yang artinya "jiwa mereka telah menang".

Penjaga makam sudah mewanti-wanti agar kami tidak mengambil foto dari depan nisan, hal ini untuk menghindari publikasi nama-nama yang tercantum pada nisan. Jadi, aku foto semua dari arah belakang nisan.

Korban yang diketahui identitasnya, akan dituliskan identitas seperti nama, tanggal lahir, tanggal wafat dan tempat eksekusi. Sedangkan korban yang tidak diketahui identitasnya, hanya dituliskan "geeexecuterde" yang berarti dieksekusi, atau "onbekend" yang berati tidak dikenal dan juga nama tempat eksekusi jika diketahui.



Yang menarik lagi, bentuk nisan yang berbeda-beda ternyata menandai keyakinan korban. Ada lima jenis bentuk nisan yaitu laki-laki Kristen, Perempuan Kristen, Muslim, Budha dan Yahudi. Terdapa pula satu jenis nisan untuk makam masal. Unik ya guys. Nisan-nisan ini terbuat dari kayu jati yang dicat putih polos ini tertata rapi dan simetris di atas hamparan rumput hijau yang sangat bersih.



Tidak hanya ratusan nisan, pohon surga dan monumen saja, Ereveld Ancol ini juga memiliki fasilitas lain seperti taman yang indah, pendopo (ruang tamu), kolam ikan, toilet yang nyaman dan bersih juga 2 buah gazebo (rumah pondokan) yang berada di pinggiran Ereveld dan tepat berada di samping jembatan Carnaval Ancol, kalau dari gazebo kita bisa melihat jelas pantai dan jembatan Carnaval, tapi kalau kita berada di jembatan Carnaval, kita belum tentu melihat adanya Ereveld ini.



Sayangnya, saat kami berkunjung ke tempat ini cuacanya kurang mendukung, mulai dari mendung, gerimis sampai hujan, jadi kurang maksimal dalam pengambilan foto, alhasil fotonya ala kadarnya.

Layaknya berkunjung ke rumah orang, Ereveld ini pun memiliki beberapa aturan bagi pengunjung yaitu:
  1. Buka setiap hari dari pukul 07.00 - 17.00 WIB 
  2. Tidak mengambil gambar dari depan nisan
  3. Menjaga kebersihan dan ketenangan
  4. Berpakaian rapi dan pantas
  5. Mengisi buku tamu 

Masuk ke kawasan ini gratis dan dibuka untuk umum. Selesai berkunjung, kita dapat berdonasi di kotak kayu yang disediakan amplop di pendopo.

Pemakaman seluas ± 3 hektar ini sangat jauh dari kata horor, benar-benar indah, rapi dan bersih karena maintenance dilakukan secara rutin. Suasananya juga tenang dan damai, apalagi ditambah semilir angin pantai. Tidak lupa kami bertiga panjatkan doa singkat di bawah pohon surga untuk jiwa para pendahulu kita ini.

Tidak hanya di Ancol, Jakarta, sebenarnya ada 7 Ereveld yang tersebar di Indonesia yaitu di Menteng Pulo - Jakarta, Pandu - Bandung, Leuwigajah - Cimahi, Kalibanteng - Semarang, Candi - Semarang dan Kembang Kuning - Surabaya dan semuanya dikelola oleh Yayasan Makam Kehormatan Belanda (Ooorlogs Graven Stichting).

Rasanya senang sekali bisa berwisata dan mendapat banyak pengetahuan baru dari tempat ini, karena setelah puluhan kali ke Ancol yang aku kunjungi hanyalan Dunia Fantasi, restoran, pantai dan pantai saja. Apalagi tempat sepi seperti ini sangat cocok dikunjungi dikala pandemi seperti ini, karna tidak ramai dan tidak ada kerumunan orang.

Setelah berkunjung dari tempat ini, kami ingin sekali mengunjungi Ereveld Menteng Pulo yang terletak di Jakarta Selatan, yang katanya, tempatnya tidak kalah bagus dari Ereveld Ancol. Lebih luas juga terdapat gereja di tengah area pemakaman. Semoga aku bisa segera kesana ya.


- Peperangan sudah usai, semoga damai di bumi beserta kita- .



  • Share:

You Might Also Like

93 comments

  1. Wah di dedek bayi udah gede banget, udah mulai diajak jalan2 ya kak, btw nggak takut apa kak ngajak si dedek ke pemakaman gitu?

    Itu pohonnya beneran aslinya kak cuma diawetin gitu? Tragis juga ya eksekusinya, untung aja kita hidup cuma diera koronces

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awalnya aku juga takut beb tp kata pak suami gpp kan niatnya mau ziarah aja, Puji Tuhan gpp, sama penjaganya juga dibolehin kok.

      Iya itu pohon aslinya dan masih mulus lus karna di vernis gitu, hidup di era koronces aja berat apa kabar yg hidup di era mereka ya beb hihi

      Delete
  2. Ini maksudnya di dalam area ancol mbak? saya sering banget event di ancol nggak pernah tempat ini, tempat seluas ini masa iya sampai nggak terlihat sih, mungkin nggak ngeh kali ya. Coba kalau kesana lagi saya perhatiin benar2 dekat jembatan carnaval kan ya mbak? tempatnya bagus, sejuk, tenang banget kayaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, sampingnya jembatan carnaval yang hits itu loh, besok kalau kesana diperhatikan secara seksama, cuma pintu gerbangnya aja yg kelihatan, makamnya mah ga kelihatan kalau dari luar

      Delete
  3. itu si dekat mana ya? malah baru tahu ada makam di Ancol. Abis searching Everland Menteng Pulo sama museum Taman Prasasti ya bagus2. Yang pernah cc datengin San Diego Hills

    ReplyDelete
    Replies
    1. sampingnya jembatan carnaval yang hits itu loh ci. Iya yg di menteng pulo ada gerejanya malah ci di dalemnya, yuk kapan2 kita kesana ci, kan deket sama tempat cc

      Delete
  4. Terakhir ke Ancol itu 25 tahun lalu. Ke gelanggang samudra sama SeaWorld. Baru ngeh adanya pemakaman ini.. semoga jiwa mereka tenang ya.. sedamai lokasi ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya terakhir ke Ancol kalo ngga salah sekitar tahun 2008 apa 2009, lupa. Tapi ingatnya pas presiden SBY mau masa jabatan kedua.

      Delete
    2. @Mb Anisa: 25 tahun lalu saya baru masuk SD kali ya, belum kenal sama ancol malah hahah, amin amin

      Delete
    3. @Ms Agus: Mantapp yg diinget era presidennya malah ya mas hahahaa

      Delete
  5. Hahaha berkunjung ke makam mbak meta, apa ngga serem tuh, takutnya ada penampakan.😱

    Oh ternyata yang dikubur disitu itu korban perang dunia kedua saat melawan penjajah Jepang ya. Ngeri baca, orang dipancung kepalanya, hadeh ngeurriii.😱

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha, aku sih nggak takut mas,apalagi siang bolong sama suami dan ada penjaga makam pula, jaman pramukaan dulu tengah malam kluar masuk kuburan sendirian udah biasa soalnya wkwkwwk.

      Iya emang ngeri ini eksekusinya

      Delete
  6. Ya ampyuuuun, ternyata ada yang terkuak di area Ancol ya hehehe. Ada pemakaman yang begitu bersih dan apik. Makam tentara Belanda PD II dll juga ada rakyat sipil :) Semua berbeda keyakinan ada tanda simbol2nya gitu ya mbak. Menarik nih, untuk mbak tulis yaaaaa. Jadi tau deh aku hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, awalnya juga aku ga mau masuk akrna bawa bayi, tp pak suami maksa, eh ternyata malah bisa buat bikin konten hihihi

      Delete
    2. AKu sampai kasih tau anak2 dan suami, kepengen masuk ke dalam area ini kapan2 hehehe :) Pas nih kan sepi jadi ga begitu ngeri ya jalan2 saat corona. Yang ada nambah wawasan nih mantap. TFS mbak Meta.

      Delete
    3. Bener banget mbak, disini sepi, cocok buat wisata pas pandemi gini

      Delete
  7. Baru tau ternyata di ancol ada pemakaman seluas ini. Tempatnya benar2 bersih dan rapi gitu ya mbak, kirain dikelola sama pemerintah, ternyata yayasan belanda ya, keren juga ya mereka begitu menghormati pahlawannya.

    Kasihan juga ya si ubels itu, terus nasibnya adiknya yang diincar tentara jepang jadinya gimana itu mbak, ketangkap atau lolos?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ms, itupun pemakaman belanda di indo masih kurang dpt perhatian loh, kalau di eropa gitu taman makam pahlawan gitu diperhatikan dan banyak diminati sama warganya katanya.

      Adiknya si ubles laki2 jadinya lolos mas, selamat dari perang.

      Delete
  8. Dari dulu aku ngeh banget sama pintu gerbang misterius ini beb, tapi karna sepi dan ga ada tanda2 keramaian dan tulisannya pun asing, aku acuhkan, ternyata pemakaman belanda ya. Tapi kayaknya akupun tetap ga mau kesana beb, takut ih, apalagi makamnya segitu banyaknya, mana sepi gitu, kalau ada apa2 gimana coba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga ada apa kalau kesana pas di jam berkunjung ci, kan ada penjaga makamnya juga, ini tuh ga horor ci, bersih dan damai banget suasana disana, nggak akan kebayang hal2 horor, kebayangnya yg indah2 malahan soalnya tempatnya indah

      Delete
    2. @Kak Lina: Hahahha, iye emang gerbangnya sepi sih kak, hanya orang2 kepo macam suamiku yg masuk2 kesana wkwkwk

      Delete
  9. wih apik juga mbak tempatnya, tapi kok ya pemakaman, agak serem juga yah :D.. btw gw belum pernah ke ancol mbak hoho, pengen juga sekali kesana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. serem apanya mas, indah kaya begitu kok serem sih, bagus tau.
      Moga2 kelar pandemi bisa segera ke ancol ya mas

      Delete
    2. kalo kesana malem-malem sendiri kan serem :D

      Delete
    3. mau ngapain juga kesana malem2 mas, wong jam 5 aja udah tutup, kalau malem jatah penjaganya aja hahaha

      Delete
  10. Wah tempat indah dan keren tapi sepi. Apa karena di dalamnya makam ya? Tapi kan bolehlah mampir buat sekedar mendoakan mereka... Whew.. benar-benar sepi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sepi karna ga byk yg tau dan mungkin ga banyak peminatnya mas

      Delete
  11. Bagus sekarang pemandangan Ereveld Ancol yaa mbak..Malah lebih bagus dari yang di menteng pulo menurutku..😊😊 Soalnya dulu tahun 2016 aku pernah kesana.😊

    Memang sebuah makam bersejarah tetapi Ereveld Ancol ini tak ubahnya sebuah taman hijau yang menarik untuk selalu bisa dikunjungi.😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh mas satria udah kesana ya, aku pengen banget yg ke menteng pulo mas, lebih bagus kayaknya deh

      Delete
  12. Beberapa kali ke Ancol tapi belum pernah lihat tempat pemakaman ini dan kalau lihat fotonya tempat pemakaman ini seperti pemakaman di negara luar yang pernah saya lihat di film-film.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha, kalau ke ancol pasti ke pantai ya mas wkwkk

      Delete
  13. woahhhhh sayy...aku terpana sebab jika aku menyambangi ancol yang ada aku menclok di gelanggang samudra atau pantainya

    nek dufan blas rung tau...sebabnya mahal dan aku kucur njajalin wahana wahana ndek dufan hahah

    dan takkusangka n tak kuduga ternyata ada ya kompleks pemakaman everald ancol ini..yakin bar iki menuju tembus pageone secara diulase detil ditambah futu futu sing ciamik. menggambarkan betapa bersihnya kompleks pemakaman yang sbenernya menjadi owristirahatan korban perand dunia dengan dipancung secara tragis pada masa pendudukan jepang ya...dan yang paling bikin kutakjub bagian ada pohon yang diawetkan yaitu pohon hemelboon juga gadis belanda sing salah eksekusi..tadinya yang dicari adiknya eh malah dia yabg jadi korban ya tragisss #tissue mana tissue hiks hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha, sebegian besar orang emang begitu mbul wkwkwk, fokusnya liburan sih ya.
      wah wahnya maacih loh mbul, jadi semangat nih ngeblognya hihi
      ga usah nangis gitu wkwkwk

      Delete
  14. Lama banget saya tidak ke ancol
    Ternyata makam tersebut kini sudah rapi dan bisa menjadi tempat wisata
    Dulu hanya berpagar dan didalamnya masih rawa-rawa gitu
    Lain waktu mau kesana ha, gratis ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kalau pas ke ancol mampir kesana mas, sayang kalau dilewatkan hihi

      Delete
  15. sepertinya area Everald tenggelam oleh dunia fantasy yang dihadirkan oleh Ancol. ahh itu jadi bukti bahwa antusias masyarakat Indonesia memang bukan ke sana sih,

    ReplyDelete
  16. Di Surabaya juga ada say, tapi diriku belom pernah ke sana sih, si Septi tuh yang pernah ke sana, dan memang mirip ini, cuman seingat saya namanya everald ya? atau salah ingat ya?

    Tempatnya juga bersih, rapi, putih gitu.

    Saya tahunya tempat gitu ya di makam pahlawan, di Surabaya ada tuh yang makamnya terlihat, ada helmnya di nisan.

    tapi memang mengejutkan juga ya, di tengah hiruk pikuk gitu, ada tempat yang tenang macam ini.

    Dan beteweee... astagaaaa gagal fokus ama si imut yang makin cantik ituuhh, bentar lagi mamanya kalah cantik dah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya di surabaya emang ada mbake, di kembang kuning. disana malah di area pemakaman umum loh kayaknya.

      Btw mbak, anakku cowok, gimana critanya dia cantik huhuhu mau nangis akutuh

      Delete
    2. wakakakaka, akoohh mau nanya dari kemareeenn!
      Itu cowok atau cewek sih? seingat saya kok cowok, kenapa makin hari jadi cantik sih?

      Padahal mamaknya nggak suka nonton drakor juga ya kalau ga salah? (apa hubungannya ya, maksudnya cowok Korea kadang lebih ke cantik hahahaha)

      tapi kebanyakan memang anak usia segitu lebih ke cantik, anak saya juga dua-duanya selalu dikira cewek waktu kecilnya :D

      Apalagi dia mirip dirimu ya kalau diperhatikan, duhhh gemeessss :D

      Delete
    3. hahahahhaha, mbak rey doang lho ya bilang dia mirip aku,duh jadi seneng akutuh, semua org bilang mirip ayahnya soalnya hiks hiks sedih

      Delete
  17. Eaaaaa aku pernah ke sana dong kak, itupun ga sengaja tuh, lag poto2, kepo aja ini apaan ya, pas banget ada penjaganya, ya udah aku tanya2 dan masuk, tapi cuma liat2 aja sih, tanpa tau sejarah dan cerita detilnya seperti apa, oooo ternyata seperti itu.

    Tapi emang ini tempatnya super bersih dan luas ya kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah mantap beb, sekarang udah tau kan detilnya hihi

      Delete
  18. Aku udah ga asing sama ereveld kak, soalnya aku udah pernah ke ereveld yg di bandung & semarang, kakakku kan suka banget emang sama yg berbau2 belanda jd kalau kemanapun ada yg berhubungan sama belanda pasti doi jabanin.

    Konsepnya ereveld emang sama semua ya, seolah2 kaya disatu tempat gitu, tata letak nisan dan semuanya sama, paling beda luas tanahnya aja hahahaha. Aku salut banget sih, orang2 belanda begitu menghormati pendahulunya bahkan yg gugur jauh di negara orang pun makamnya bener2 dirawat. Biaya maintenancenya pasti ga sedikit itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaampun beb, salut ama cicimu, saking cintanya ama belande ampe pemakaman aja dijabanin ya, kalau aku mah no, takut banget, seumur2 aku ga pernah ke makam beb, ga pernah ikut kalau ada pemakaman teman atau sodara ninggal, takut

      Delete
    2. @Syilvi: wah mantep banget ini mah, akupun pengen berkunjung ke ereveld yg lainnya beb. kalau aku liat2 di fotonya emang semua konsepnya sama beb, kan pengelolanya 1 hihihi mreka segitunya menghormati para leluhur jadi ga sayang biaya hihi

      Delete
    3. @Kak Lina: hahaha, akupun kak, cicinya sylvi emang warbiasak yah.

      Eh seriusan loh belum pernah ke pemakaman? kok bisa sih gitu

      Delete
  19. Aku yang belum pernah ke ancol nyimak aja deh mbak hehe

    ReplyDelete
  20. Ini aku yang kudet atau emang lokasinya yg agak terpencil beb? beneran loh aku itu udah berapa kali ke pantai carnaval, tp ga ngeh ada tempat seluas ini, mungkin karna gerbangnya sepi kali ya jadi ga ada mata yg tertuju, soalnya kalau ke ancol kan fokusnya pantai sama resto aja hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener mbak kalau ke ancol emang pada fokusnya pantai dan resto aja, tempat bersejarah kaya gini jarang yang nglirik ya

      Delete
    2. @Rosaa : kayknya sih kamu yg kudet beb, soalnya gerbangnya gede bangettt

      Delete
  21. Kak Meta, terima kasih udah ajak aku jalan-jalan virtual ke sini 😍. Tulisan Kak Meta tentang Ereveld Ancol ini detil sekali, sampai ke setiap pelosok di datangi. Aku baru tahu kalau Ereveld ini luas banget, bahkan ada pendopo di dalamnya dengan pemandangan menuju pantai. Lihatnya sejuk sekali 😍
    Aku belum kesampaian ingin ke sini, padahal kalau ke Ancol, suka penasaran ingin lihat ke dalam Ereveld. Aku pikir tidak bisa sembarang orang masuk ke dalam, jadi kalau ke Ancol hanya sekedar lewat aja 😂
    Next kalau ke Ancol, aku ingin coba eksplor ke Ereveld ah. Ereveld cantik dan rapihhh banget. Yang di Menteng juga nggak kalah cantik (aku lihat di blog orang lain) hahaha.
    Semoga Kak Meta bisa berkunjung juga ke Ereveld Menteng ya.

    Pss, dedenya lutuuu bingits 😍 #salfok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh thank you Lia, aku juga seneng bisa nulis sedetil ini Li.
      Yg di menteng pulo akupun nggak tau sama sekali Li, taunya justru karna dikasih tau sama penjaga makam ini hiks

      Delete
  22. Mba metaaaa, kenapa aku baru tau ada makam di Ancol :o. Ya ampuuun kudetnyaaa. Mana baguuus lagi kuburannya. Jarang2 loh aku liat pemakaman cantik, rapi dan ga menakutkan.

    Trus jd tau kalo bntuk nisannya menunjukkan agama si orang yg dimakamkan. Agak serem tp denger ceritanya yaaaa. Kebanyakan di eksekusi :(

    Dan aku kepikiran mba, itukan awalnya dimakamin massal, trus di identifikasi ulang utk di makamin 1-1. Gilaaaa ga kebayang repotnya yaaaa, sebanyak itu jenazahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, aku juga ga nyebayangin itu gimana mreka identifikasi satu2 2.000 jenazah kaya gitu, laur biasa ya mreka

      Delete
  23. mbak wisata seperti ini yang saya demen
    sekalian mengenang perjuangan zaman dulu
    suka sama penataannya yang bagus dan terawat
    semoga banyak yang peduli akan cerita sejarah seperti ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin, iya semoga aja mas, wisata sejarah menyenangkan juga hihi

      Delete
  24. Kak aku pengen nangis, ancol itu udah jadi tempat favorit aku, sebelum koronces ini menyerang hampir tiap minggu aku ke ancol kalau pulang kerja, emang udah kebiasaan sm tmn2 kalau ngumpul di ancol.

    Tapi kenapa aku bisa ga tau ada pemakaman seluas dan seindah ini di sana OMG, mataku kemana aja selama ini, atau ini publikasinya kurang atau gimana sih atau emang pengunjung fokusnya ke pantai semua ya.

    Asli ini tempat bersejarah banget, ngeri ngebayangin eksekusinya di bawah pohon surga itu, lebih kasian lagi sama si ubels cewek, malang amat nasibnya.

    Btw, salut sama kakak & keluarga ke makam ga cuma foto2 tapi juga berdoa juga, emang g ada hal lain yg bisa lakukan untuk mereka selain panjatkan doa ya kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha, udah udah ga usah nangis, nanti kalau kesana lagi tinggal berkunjung aja kok repot wkwwk.

      Iya emang kasian ya si ubels cewek, makanya makamnya special gitu, dipisah sendiri.

      Lha kan kesini memang niatnya ziarah & belajar beb, jadi ya memang niatnya doa, foto2 sama ngeblognya mah nomor sekian hahaa

      Delete
  25. Tempat yang sangat menarik, karena dari tempat ini kita jadi tau kalo perang itu tak hanya tentang kalah dan menang, tapi juga ada korban-korban tak bersalah.

    ReplyDelete
  26. Saya belum pernah ke Ancol apa lagi melihat makan seperti ini ngeri aja gitu, terus itu si dedek lucu diajak ke tempat gitu gak takut sawanen apa Tante ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga selesai pandemi bisa segera ke ancol ya beb.

      Puji Tuhan si dedek baik2 aja beb, kan kesini niatnya ziarah

      Delete
  27. Cuaca belakangan ini memang kurang bersahabat, Mbak Meeeeet. Aku jadi gak bisa foto produk belakangan ini, padahal ada produk yang harus cepet-cepet aku fotoooo 😭. Eh iya, tapi walaupun begitu foto yang Mbak Meta ambil di Ereveld ini udah bagus-bagus lho, Mbak. Masih bening gituuuuu 😍.

    Tempatnya juga bagus, jauh dari kesan angker. Padahal ini pesarean, lho 😱. Tapi kok bagus buat foto-foto, ya 🙈. Dan selain buat berkunjung juga bisa tau tentang sejarah juga di sini. Jadi pengen berkunjung ke Ereveld juga deh, Mbak Meeeeeet. Tapi mungkin yang di Surabaya aja, lebih deket rumah 🤭.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener bgt rum, akupun gagal mulu mau poto2, soalnya cuma ngandelin cahaya ilahi hahahha

      Iya ini pesareannya indah banget rum, bersih, rapi kagak ada horo2nya

      Delete
  28. pemakamannya terlihat rapi banget ya teh, sepertinya memang benar terawat dan memang sudah seharusnya begitu untuk menghormati para pendahulu kita dulu

    ReplyDelete
  29. Entah kenapa pemakaman Belanda gitu selalu punya kisah masa lalu yang serem ya mbak. Entah pembunuhan, di eksekusi atau apapun itu meninggal dengan enggak layak. Dinamai dengan jiwa mereka menang. Aku sering banget nonton youtube jurnalrisa dan seringkali wawancara hantu-hantu belanda, kisah meninggalnya tragis semua.

    Everald ancol tempatnya bagus, asri, nyaman, rindang, jadi ini tuh wisata baru di Ancol ya? Nanti kapan-kapan aku coba ke pemakaman everald juga ah^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan ini nggak baru mba, justru ini udah ada sejak 1946, jauh sebelum ada wisata ancol

      Delete
  30. Waaah, menarik yaa mbak. Itu makamnya ternyata ada orang Belanda jg, tak hanya kaum 'pribumi' yaa.
    Kemudian, untuk nisannya jg bagus, biar bisa dibedakan jenazah di situ beragama apa. Cukup baik dalam masalah keberagaman yaa...
    Mau tanya nih, pemakamannya yang beda2 agama itu, tetap dalam satu tempat, atau dibedakan/ dikasih jarak yaa? Misal sebelah sini untuk yg muslim, sebelah sana kristen, dsb?
    Atau malah dicampur random yaa mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau itu aku kurang tau mas, tapi sepengamatanku nih, yg identitasnya lengkap di tata di depan sesuai dengan agama & jenis kelamin.

      bagian tengah yang yg diketahui tempat eksekusinya, ditata berdasarkan agaman juga.

      nah yg di belakang bener2 yg nggak diketahui idenditasnya, yg cuma tertulis onbekend aja

      Delete
  31. Salut buat kak Metha dan kelurga memilih liburan ke pemakaman Ereveld Ancol.
    Jarang loh ada yang mau liburan ke makam begini.

    Rapi banget penataan makamnya ya.
    Jauh dari kesan scarry seperti di pemakaman pada umumnya.

    Dikotaku sebenarnya juga ada pemakamn Ereveld, tapi untuk masuk prosedurnya sulit, harus pengajuan ijin tertulis lebih dulu ke dinas militer.

    Ngomong-ngomong pernah datang ke pemakaman Belanda di kawasan Tanah Abang belum, kak ?.
    Aku pernah kesana cuma fotonya ngilang.
    Dinding gerbangnya dihiasi tempelan banyak nama nisan petinggi Belanda.
    Bentuk makamnya unik, nuansa gothic.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihi, lagi korona takut ama tempat wisata yg rame mas, lagian suamiku emang seneng bgt wisata sejarah kaya gini.

      Yg di tanah abang aku belum tau mas, baru dengar malah hihihi

      Delete
  32. Wah nggak nyangka ya mbak di ancol ada lokasii pemakaman yang indah dan asri begini.
    Umumnya pemakaman itu nuansa nya serem ada pohon gede-gede..
    Tapi kalau pemakaman peninggalan Everald ini dikelola dengan sangat bagus jauh dari kesan seram.
    Ada gazebo tempat duduk juga taman jadi terang dan apik. Cocok di buat konten. Sukses buat mbak Ursula dan keluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi iya ini mah bagus bgt pemakamannya mbak,
      Amin amin
      sukses juga buat mbak ya

      Delete
  33. wah gemes lihat dedeknya , karena aku anak bungsu hikks nggak adik jadi kalau lihat bayi pingin banget digendong dan ditemani main

    ReplyDelete
    Replies
    1. hah? hahahhaha
      mas kenapa salfok sama anakku wkwkkwk

      Delete
  34. gatau kenapa kalau baca tentang history jadi penasaran, mungkin kalau aku yang kunjungan, pas bapaknya ngejelasin bakal fokus banget :D
    ngomong - ngomong kayaknya jepang waktu itu emang sesadis itu ya kak met, jajahnya bentar tapi ya gitu deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya emang far, jajahnya cuma 3.5 thn tp gila2an sih masa penjajahan mereka itu berat bgt, untung langsung merdeka ya

      Delete
  35. aku merinding deh bacanya.. kuburannya kayak damai banget, tapi historinya tragis :( dari kecil penasaran banget kalau ke ancol lewat sini, tapi belum pernah mampir. infonya bermanfaat banget mbak :D

    ReplyDelete
  36. Tinggal dekat Ancol tetapi belum pernah ke sana, beberapa kali ke Ancol tapi belum pernah masuk ke tempat ini (Ereveld Ancol) mau coba saat liburan ini. Muda-mudahan buka. Terima kasih sudah berbagi, tulisannya seperti mengajak saya mengitari objek yang dibahas. Keren mendetail sekali...

    ReplyDelete
    Replies
    1. tarima kasih mas, bisa banget dikunjungi hihihi

      Delete
    2. Recomend sukses selalu untuk mbak Meta dan keluarga kecilnya. salam sehat.

      Delete
  37. halo mbak ursula. Salam kenal :D
    Di semarang terdapat dua ereveld mbak ursula. Tahun lalu aku berkunjung ke ereveld kalibanteng. Selain berkunjung, aku juga diceritakan beberapa cerita yang berhubungan dengan ereveld ini. Termasuk beberapa jenazah yang dimakamkan di ereveld ini. Uniknya, sebagian besar jenazah yang dimakamkan di erveld ini merupakan warga sipil. Termasuk anak-anak dan perempuan.

    Mbak ursula bisa baca cerita lengkap tentang Ereveld Kalibanteng di blog aku..hehhehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mas, siap mas, aku baca2 nanti ya, kebetulan aku dan pak suami pengen bgt mbolang ke semarang lagi nanti selepas pandemi ini kelar hihi, siapa tau bisa mlipir ke ereveld lagi hihi

      Delete
  38. luas sungguh kawasannya ya? saya cuma mengagak saja. di musim covid-19 ini pasti bilangan kubur di sini bertambah disebabkan ramai meninggal, kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini bukan kuburan umum kak, ini kuburan orang Belanda yang meninggal saat Perang Dunia II

      Delete
  39. Saya sih kagum sama yang ngambil fotonya. Rapi dan selalu bisa menghadirkan foto yang baik dan enak dilihat. Belum ditambah dengan bisa menggambarkan suasana di sana.

    #Salfok

    Maklum lah, penggemar fotografi mah begitu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Y ampun mas, padahal udah aku tulis fotonya ala kadarnya karna gerimis hihihi, untung banget bapaknya nggendong si bayi terus, jadi aku bisa kesana-kemari buat foto2, kalau sambil nggendong si bayi mana bisa foto2, selfie doang palingan hahhaa

      Delete