Nostalgia ke Era 80an di Cafe 80's Bocor Alus Yogyakarta

By Ursula Meta Rosarini - 8:00 am

15 Juni 2019


Hy guys, how are you?
Welcome to my blog!

Selain terkenal dengan tempat wisatanya yang hits, Jogja juga terkenal dengan wisata kuliner yang teramat sayang kalau dilewatkan begitu saja. Apalagi aku lebih puas makan di Jogja dari pada di Jakarta, selain rasanya lebih enak, harganyapun jauh lebih ramah di dompet.

Meskipun cukup terkenal memiliki kafe mewah, tapi karena suami penggemar barang antik (baca: barang-barang jadul), akhirnya aku mengajak suamiku mampir kesebuah kafe yang penuh dengan koleksi barang-barang era tahun 80an. Jadilah aku mampir ke Kafe 80's Bocor Alus.

Meskipun nggak di tepi jalan raya, namun lokasi kafe ini cukup mudah ditemui, apalagi sekarang jamannya google map yang memudahkan kita mencari lokasi tempat yang kita tuju.




Sebelum turun dari kendaraan, udah terpampang nyata koleksi barang antik era tahun 80an. Rasanya udah nggak sabar mau foto-foto di dalam, loh Meta mau makan atau mau foto-foto sih?!

Adalah Bayu Arta Setiawan pemilik dari kafe ini yang merupakan kolektor barang klasik khas tahun 80an yang kemudian memiliki warehouse dan pada tahun 2017 mengembangkan bisnisnya ke dunia kuliner dengan membuka Kafe 80's Bocor Alus ini.

Kafe ini memiliki beberapa pintu masuk (di depan dan di samping) dan letak kasirnya berada di tengah. Meja dan kursi tertata rapi, mulai dari untuk dua orang sampai untuk beramai-ramai pun bisa. feels like home aja. Kafe ini terdiri dari 3 bangunan utama berbentuk joglo yang berjejer, dari satu joglo ke joglo yang lainnya nggak jauh kok, tapi kalau ujan ya keujanan karena nggak ada koridor penghubungnya. 

Aku sampai di tempat ini sekitar pukul 15.30 WIB, sengaja datangnya pas bukan jam makan, biar nggak ramai. Ternyata memang benar nggak ramai, jadi bisa foto-foto sepuasnya.





Konsep dari kafe ini cukup baik, meskipun terdapat 3 buah rumah joglo namun ada juga outdoor area yang memungkinkan pengunjung lebih menikmati udara bebas yang lebih segar.

Jika kalian adalah penggemar barang-barang antik seperti suamiku, tentunya mata kalian akan dimanjakan dengan koleksi lebih dari 1.000 barang antik khas era 80an yang terpajang di kafe ini. Apalagi banyak tempampang quotes unik yang super kece. Setiap sudut di kafe ini nggak lepas dari kesan vintage yang super instagramable, benar-benar kafe rasa museum & studio foto. Karena mengusung tema 80an, kafe ini nggak menyediakan wi-fi dan ruang ber-AC.




Untuk aku pribadi, nggak ada yang asing dengan barang koleksi yang ada di kafe ini, mungkin karena aku lahir di era 90an kali ya, apalagi dulu aku tinggalnya di kampung (baca : pelosok) jadi masih melekat di ingatanku akan benda-benda antik itu.

Kafe ini seolah menjadi mesin waktu yang mengajakku kembali ke jaman aku saat masih berusia dua atau tiga tahunan. Masa-masa dimana belum ada smartphone dan teknologi belum secanggih sekarang. Masa dimana aku sibuk menghabiskan waktu untuk bermain dengan teman-temanku di halaman rumah atau bahkan di kebun tetangga hahaha. Nggak perlu berlama-lama nostalgianya, kita lanjutnya cerita di kafe ini.

Mungkin karena saking banyaknya barang yang terpasang, baik di lantai, meja, dinding bahkan di atap, menyebabkan beberapa sudut di kafe ini seperti gudang. Apalagi karena bentuk rumahnya joglo yang nggak tertutup jadi debupun cukup banyak, meskipun nggak terlalu banyak kendaraan yang lewat.





Jangan berharap bisa menyantap Sushi ataupun Ramen di kafe ini, ini kafe nostalgia, menu yang ditawarkan adalah masakan rumahan dengan harga yang nggak berat di dompet.

Menu
Makanan Berat : Pecel Lele, Ayam, Ikan Nila, Gurameh, Udang, Nasi Goreng, dll
Snack              : Mendoan, Pisang Goreng, Kentang Goreng, Union Ring, dll 
Minuman         : Aneka Jus, Es Teh, Wedang Jahe, Es Buah, Est Teler, Kopi, dll




Kami menghabiskan sekitar Rp 87.00 untuk menu yang kami pesan yaitu Nila Bakar, Udang Krispi, Sambal Bawang, Union Ring, Jus Nangka, Es Jahe Serai Susu dan Air Es. Rasanya ada di kategori standar saja but not bad. Porsinya juga nggak terlalu besar, cukup untuk aku yang makannya nggak banyak hahaha.




Detail Kafe
Nama        : Kafe 80's Bocor Alus
Jam Buka  : Buka setiap hari mulai pukul 10.00 - 23.00.WIB
Instagram : @kafe80bocoralus
Alamat      : Jl Parangtritis KM 5.5, Tarudan, Bangunharjo, Bantul, Yogyakarta


Fasilitas:
  1. Parkir mobil dan motor
  2. Toilet
  3. Mushola
  4. Tempat yang unik dan instagramable
  5. Furniturenya bisa diperjual-belikan

Kurang lebih 90 menit di kafe ini dan akupun puas eksplore foto, sayang banget hasil fotonya banyak yang blur (hiks), jadi posting foto seadanya aja. Selama di kafe ini kami bahkan lupa sama yang namanya smartphone, kami terlalu menikmati tempat ini. Hanya kamera yang ada di tangan kami untuk mengabadikan tempat ini.

Bagi kids jaman old seperti kami, tempat ini sungguh seperti mesin waktu untuk bernostalgia, namun bagi kids jaman now, tempat ini bisa kalian kunjungi untuk menambah koleksi foto di spot yang instagramable.

Kalau ke Jogja, jangan lupa mampir ke Kafe 80's Bocor Alus ya guys! Thank you for reading, see you on my next post.





  • Share:

You Might Also Like

107 comments

  1. Kang Bayu Arta sungguh luar biasa. ide-idenya itu, beda dengan yang lainnya.

    ReplyDelete
  2. selamat datang di jogja, mbak ursula. ini sampean masuk ke daeraahku. he he. gimana nih kujungannya?

    aku juga sdh tau tuh suami sampean suka barang antik kayak motr gitu kan? ha ha. soalnya pernah cerita, ups. ha ha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhahahha iya mas, suamiku suka banget barang2 antik, apapun yg berbau antik

      Delete
  3. eh, btw aku jarang mampir ke blog mu nih. baru kali ini mau blogwalking. he he.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya abis dari mana mas? abis berkunjung ke planet mars kah?

      Delete
  4. Hai Kak, akhirnya aku bisa berkunjung ke blogmu hehe.
    Duh, saya suka banget sama apapun berbau jadul. Sepertinya nanti kalau ke Jogja lagi saya mau kesana lagi.

    www.extraodiary.com

    ReplyDelete
  5. dududu kl ke jogja lagi mau ah mampir ke cafe ini, udah lama nggak ngerasain hal baru di jogja. paling mentok mainnya ke angkringan, wwkwkwk

    ReplyDelete
  6. lucuuuuuk tempatnyaaa :D.. suka kagum kalo datang ke tempat2 yg masih mengoleksi barang2 vintage gini, tapiii di lain pihak aku juga penasaran, bersihin dan merawat barang2 sebanyak ini gimana yaaa :D... komplit dan padat banget soalnya aku liat.. butuh waktu khsus pasti untuk itu... kata-kata di dindingnya, banyak bahasa jawa yaa.. aku sampe tanya suami tadi arti2nya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha, kata2 dindingnya sebenernya banyak bgt mbak, cuma fotonya bnyk yg blur, ga layak publish

      Delete
  7. Gw inget banget sama bannernya mixagrip. Yaolo gw tua amat yak, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha,syukurlah kalau sadar udah tua wkwkkwkw *peace

      Delete
  8. Nama kafenya lucu gitu ya, senada dengan tulisan2 yg terpampang di dinding tembok kafe, gaya kafenya pun retro gitu bikin betah deh :)

    ReplyDelete
  9. Instagramable ya mba dan murah meriah. Mayan buat nongki dan foto2 kalo di Jogja.

    ReplyDelete
  10. Aku ga paham dengan semua ornamen itu kak, apa karna aku hidup di jaman millenial, di kota pula, hmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha, ga perlu dipahami beb, berat kamu ga akan sanggup

      Delete
  11. Seperti traveling dengan time machine...pasti nuansanya beda ya

    ReplyDelete
  12. Saya sendiri malah belum ke sini. Jarang banget mengopi di sekitaran selatan Jogja. Rasanya cukup jauh kalau dari kota dan sekadar untuk mengopi saja ahahhaha.
    Tapi emang tempatnya ini bagus, teman-teman yang dulu ke sini juga merekomendasikanku buat ngopi di tempat ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. cus cobain mas, lumayan bisa ngopi syantik & foto

      Delete
  13. Berawal dari koleksi barang bekas, bisa jadi pemilik cafe yg anti mainstream, keren juga ya.

    ReplyDelete
  14. Seneng ya kalau ke kafe pas sepi gitu, jadi puas foto-fotonya tanpa sungkan hahaha

    ReplyDelete
  15. Jaman th 80 πŸ€”
    Aku rung lahir tah πŸ˜‚

    Tapi kayane sih perlu dicoba ah . πŸ˜‹

    ReplyDelete
  16. kreatif seka;i cafe ini serasa kembali kerumahku waktu aku SD dulu makasih sudah berbagi

    ReplyDelete
  17. mmmm...ternyata oh ternyata barang antik yg dulu banyak di desa, mampir disini yah...πŸ˜†

    ohy...saya Punya Uang logam dan uang kertas Kuno , jika suaminya berminat " INBOX " yah.... #Gaya Penjual Online,hahahah....

    Terus kalau suaminya nyari barang kuno lainnya, silakan...Inbox juga, Lokasi Saya di Pedesaan Sumatera Selatan.

    eehhh...kok saya jadi berbisnis yah,hahahah....maafin uyyy...!!!πŸ™πŸ™πŸ™

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah ini ngapa jadi jualan di mari kang? jiwa bisnisnya kenceng banget

      Delete
  18. Asik nih kalo di Bandung mirip cafe Warung Modjok nih kayak gini tapi di Jogja lebih murah yah beb

    ReplyDelete
  19. Bocor Alus = sedikit gila... Xixixi

    ReplyDelete
  20. kalau saya lihat sekilas ga ada yang "aneh" dimata saya mbak, karena barang2 itu masih saya kenal dan saya dapati dirumah nenek saya, haha, generasi 90-an sih, hehehe

    konsep yang unik untuk sebuah cafe, menarik dan antik

    ReplyDelete
    Replies
    1. apanya yg aneh mas? yg aneh mungkin mas nya merasa kalau ternyata udah tua ya hahahaha *peace

      Delete
  21. Barang-barang dari masa lalunya memang membuat kafe ini jadi semacam mesin waktu. Keren, niat banget ngumpulin barang-barangnya.

    ReplyDelete
  22. mamy.. apik banget dah cafenya.. jadi pengen banget deh main kesana.. dulu sekali2nya ke yogya tapi ga banyak mampir2

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah, sayang kalau ke jogja ga banyak mampir mami, surganya bikin konten disana

      Delete
  23. Dekorasinya artistik sekali, terlihat klasik, berantakan namun artsy dalam satu waktu. Sungguh perkara sulit untuk mengumpulkan ini semua.

    -Fajarwalker.com

    ReplyDelete
  24. Pemiliknya ini kolektor sejati yang berjiwa bisnis ya. Pintar memanfaatkan situasi terkini di mana kita2 yang muda hihihi maupun tua demen makan, ngubrul2 ngalor-ngidul atau bicara bisnis lah dll sambil makan2 enak. Asik nih kalau ada barang antik yang disukai bisa dibeli. Cuuuzzz ah kapan2 kalo lewatin Parangtritis mau ke sini :D

    ReplyDelete
  25. Jadi kakak & suamik ke kafe ini mau makan atau eksplore foto hayoooo? hahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. eksplore foto, makan mah bisa dimana aja sebenernya beb wkwkwk

      Delete
  26. inilah yang saya suka dari wajah jogja... selalu menampilkan sisi lain kehidupan dan itu selalu membawa kenangan terseendiri bagi perjalanan hidup kita.

    ReplyDelete
  27. Dapet banget nuansa jadulnya ya beb, no AC & Wifi, tp toiletnya bukan di atas kolam kan beb? LOL

    ReplyDelete
    Replies
    1. Astaga, siapa yg mau ke toilet kalau macem di atas kolam, hahaah

      Delete
  28. Keren.. boleh miskin asal bahagia. Daleem banget tuh.
    saya yakin sudah susah menemukan asesoris pajangan pada kafe ini di pasar kelontong

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha, iya barangnya udah susah ditemukan, terlalu jadul

      Delete
  29. Ampun dah, berapa lama waktu buat ngumpulin barang antik kek gitu ya? Bnr2 kolektor barang antik yg cukup visioner, barang koleksinya ga mubazir gitu aja tp bisa dinikmati byk orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. pastinya lama lah, barang kaya gitu ga mudah didapatkan beb

      Delete
  30. Woooww!!! Emezing Cafe tapi berkesan seperti meseum barang antik unik nan menarik..πŸ˜„πŸ˜„

    Meski cafe tapi tampilan ya seperti museum atau toko koleksi barang antik..Two in one. πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahhha bnr sekali, seperti museum era 80an hahaha

      Delete
  31. Asik banget tempatnya ya, kak. Noted bgt ini mah klo aku ke Jogja. Keren buat foto2 hehe, berasa aku dirumah nenekku kala itu.

    ReplyDelete
  32. para instafamous kalau datang ke sini pasti enggan mau pulang hahaha

    ReplyDelete
  33. Barangnya bnr2 antik, tp kalau terlalu banyak emang bnr terkesan kek gudang ya kak, overload menurut aku

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya beb, kalau dikurangi sedikit mungkin akan lebih rapi, ini overload

      Delete
  34. Kok dikasih namanya bocor alus ya? setau akoh bocor alus itu kiasan negatif, semacam "aneh", "agak gila", "ada maunya" dll hahah CMIIW

    ReplyDelete
  35. Cafenya sekilas terlihat berantakan teh ya,..tapi jika dilihat lebih dalam lagi ternyata seni dan estetikanya tinggi

    Saya denger-denger jogja ini memang bagus ya teh kotanya dan banyak juga pelancong tang datang untuk menikmati keindahan alam dan kulinernya

    ReplyDelete
  36. Rame banget yak printilan di kafenya. Kok aku merasa makin 'ruwet' tho dengan ambience dari kafe ini. Hehehe :)

    ReplyDelete
  37. wah klasik banget ya kak kafe nya, jadi kangen ama jogja nih udah lama gak kesana ;)
    ijin follow blog nya ya kak ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha, cus sana ke jogja, thanks ya udah follow

      Delete
  38. Replies
    1. silahkan googling mbak, takut salah ngomong hahaha

      Delete
  39. keren & unik banget kafenya...ada pompa dragon...mengingatkan akan perjuangan menimba air waktu di kampung dlu, wkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhahah, aku juga merasakan jaman pakai pompa itu, cape banget

      Delete
  40. unik banget ini cafe nyaa.. instagramable.. cucok banget buat foto-foto. hehehe..
    kalo ke jogja harus mampir kesini nih..

    ReplyDelete
  41. Walaupun tempatnya ala-ala zaman dulu tapi unyu juga😍😍. Pasti nggak bisa berhenti selfi kalau kayak gituπŸ˜‚

    ReplyDelete
  42. Dari depan kayak toko mebel ya wokwokowkowkow

    Btw, ini cafe unik. Ada tulisan "ORA ONO WIFI" WOKWOWKOWOOWKOWOKW

    ReplyDelete
  43. Semoga saya bisa diberi kesemppatan melihat keindaha kota jogja! :)

    ReplyDelete
  44. Waahhh Metaaa, keren banget tempatnya, saya catat langsung dong di notes hape, kalau ke Jogja wajib dikunjungi.
    Dan saya wajib pakai baju gonjreng, biar pas foto-foto terlihat jelas sayanya gak kalah kece ama barang antiknya hahaha.

    Suami saya juga suka banget hal-hal antik kayak gini, bakalan hepi banget dia kalau diajak ke sini, cuman yaaa emang kurang toodler friendly ya, bisa-bisa ama anakku dibongkar semua barang-barang antiknya hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh, samaan dong mbak rey, suami kita sama2 suka barang antik hahaha.
      Kudu hati2 kalau ajak toodler mbak rey, soalnya tempatnya sempit trs barangnya banyak bgt, bocah pasti kepo trs dipegang2 hahaha

      Delete
  45. Jarang-jarang nih ada cafe yang nggak hanya menunjukkan kulinernya saja tapi sekaligus properti yang ada bisa dijual.. Ini kan bisa sekalian pastinya, apalagi kalau unik unik gitu 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, konsepnya bagus, jd sebagian orang kesini karna penasaran sm kafenya, bukan makanannya ahhaa

      Delete
  46. Wah aku yang udah lama tinggal di Jogja malah belum pernah ke sini. Btw ini persis di daerah deket RS Panti Rapih ada kafe kecil temanya hampir sama namanya Lekker Je. Next time aku mau coba ke sini ah sekalian hunting foto :D

    ReplyDelete
  47. kunjungan perdana salam kenal mba

    ReplyDelete
  48. tempat baru lagi nih di jogja, boleh dicoba :)

    ReplyDelete
  49. Waduhhh...sepertinya aku telah melewati tempat yang satu ini, masuk list pokoknya di next travelling...

    ReplyDelete
  50. Oh iya kak Ursula Meta, udah pernah trip ke bagian Sumatra belum??? Kalo pernah udah kemana aja nich yang di bagian Sumatera??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku bolak balik Lampung - Jkt karna ibuku di Lampung, tp belum pernah ngetrip sama sekali di Lampung, soalnya kalau mudik waktunya terbatas bgt, lagian rumah ibuku di pelosok banget, jauh dari mana2 hahahhaa

      Delete
  51. Tapi kadang google map juga menyesatkan mba huehehe. Walaupun terkesan berantakan di beberapa bagian, tapi cafe Bocor Alus emang instagramable sih, mana 87 ribu bisa dapet menu yang cukup banyak pula. Plis aku naksir sama kursi warna abu-abunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga sering jd korban penyesatan google map kok, tp cuma kalau lokasinya pelosok, kalau masih jalan besar mah so far google map bener hahaha

      Delete
  52. kafe-nya rame beud ya... aku malah mabok kl di dalam terlalu rame kyk gitu... walau pas difoto pasti seru sih ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. rame properti doang kak, pengunjungnya mah sepi hahha

      Delete