Pulau Kelor Cipir Onrus

By Ursula Meta Rosarini - 5:25 pm

Jelajah sehari Pulau Kelor, Cipir dan Onrust

20 Januari 2016


Hy, kali ini aku mau share keseruan ku dan sahabat2ku waktu jelajah di Pulau Kelor, Cipir dan Onrust dalam waktu sehari, sebenernya ini trip udh lama kok, sekitar bulan Agustus 2014. Jadi ceritanya waktu itu aku liat promo di Travelicious, trip ke 3 Pulau cuma Rp 75.000 / orang dan aku ngajakin 6 orang teman untuk pergi kesana.

Meeting point dilakukan di dermaga Muara Kamal, bisa diakses dengan Busway, turun di halte Rawa Buaya, dari situ nanti naik mobil Suzuki Carry plat hitam yang dijadikan transportasi umum ke dermaga Muara Kamal, biaya sekitar Rp 7.000, mobil ini akan mengantarkan kita sampai Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dari situ kita tinggal jalan kaki menuju dermaga, well, pukul 07.30 pagi, dan ternyata sudah banyak orang yang berkumpul disana untuk mengikuti trip ini, disebuah mushola, sudah hampir 90 menit kami  menunggu disini, hal yang sangat mungkin dilakukan untuk membunuh waktu adalah selfie bareng sahabat2 kamu (kalo ngajak pacar, jangan lupa pacarnya diajakin selfie juga yaa, hehe).


Pukul 09.00 perjalanan pertama ke pulau Kelor menggunakan kapal tdk terlalu besar, ya mungkin bisa menampung 15 orang. 


Aku duduk di posisi yang paling stretegis menurutku, paling depan, dan ditengah, puas banget liat pemandangan sekitar yaa walaupun yang dilihat cuma air, hehehe. Oke, perjalanan selamat 30 menit sudah selesai, sampailah kami di Pulau Kelor.


Benteng Martelo (artinya lingkaran) peninggalan Belanda menjadi ciri khas dari pulau ini, otomatis, benteng inilah yang menjadi spot menarik untuk berfoto ataupun difoto hanya terihat seperti tumpukan batu bata merah yang tidak diplester dan ukurannya pun tidak terlalu besar, diameternya hanya berukuran 23 meter, hanya butuh sedikit waktu untuk mengelilingi benteng ini, sekitar 10 menitan. Konon, benteng ini dibangun sekitar abad ke 17 oleh VOC dan masih berdiri kokoh sampai sekarang. Pulau ini terhitung kecil, karena luasnya hanya sekitar 1.5 hektar dari luas asli 5 hektar yang terkikis karena abrasi laut.



Kita bisa naik ke benteng ini, melaui tangga di belakang tangga, dibutuhkan sedikit usaha untuk menaiki benteng ini, karena tangganya hanya berupa tumpukan batu dan akar2 pepohonan.


Tampak dalam benteng ini pun cukup menakjubkan, meskipun hanya ruang kosong dengan dinding batu bata dan beralaskan pasir.




Seingatku, tidak ada pedagang makanan disini, so lebih baik kamu bawa cemilan ya kalo mau berlama-lama disini. Pulau ini terlihat bersih, toilet dan airnya pun cukup bersih. Hamparan pasir putih terlihat indah menghiasi pulau ini (aku lupa ga foto di pasir putihnya hehe). Karena ini pulau yang sangat kecil, so nuansa pantainya pasti dapet banget, udara yang sejuk pun menbuat kita betah disini.




60 menit berlalu di pulau Kelor, saatmya melanjutkan perjalanan ke Pulau Onrust. Hanya 15 menit waktu yang dibutuhkan untuk tiba di pulau Onrust. Nama Onrust sendiri berasal dari bahasa Belanda yang artinya tidak tenang atau rusuh.


Pulau ini cukup luas, luasnya mencapai 12 hektar. Pulau ini juga disebut dengan Pulau Kapal, karena konon ceritanya pulau ini digunakan sebagai tempat bersandar kapal-kapal Belanda sebelum mereka berlayar menuju Batavia (sekarang Jakarta).


Di pulau ini, kita akan dipandu oleh seorang tour guide untuk mengelilingi pulau ini dan mencari tau lebih dalam lagi tentang sejarah pulau ini. Di pulau ini terdapat pemakaman Belanda, museum (lupa namanya).


Well, cukup lelah setelah mengelilingi pulau yang cukup luas ini,saatnya makan siang. Kami membeli mie instan dan kelapa muda dengan biaya Rp 25.000. Setelah selesai makan, saatnya bermain ayunan di bawah pohon, ini terlihat seperti di kebun belakang rumah (jawa: kebon). Hampir 120 menit berlalu, bye Pulau Onrust, saatnya melanjutkan perjalanan ke pulau terakhir, pulau Cipir.


Hanya dibutuhkan sekitar 15 menit untuk menuju pulau Cipir. Pada tahun 1679 ternyata dibangun sebuah rumah sakit di pulau ini untuk perawatan dan karantina penyakit menular bagi para jemaah haji. Pulau Onrust dan Cipir digunakan sebagai pusat karantina haji. Para jemaah Indonesia yang akan naik haji dipusatkan dulu di pulau ini. Reruntuhan rumah sakit itu kini menjadi bagian dari taman arkrolog di pulau ini.



Hamparan pasir luas masih terdapat di pulau ini, tapi ya ga bersih2 amat, so jangan mandi di pantainya pulau ini ya, hehehe, seperti di pulau Onrust, di pulau ini pun terdapat penjual makanan, jadi ga perlu takut kelaparan.



Waktu menunjukkan hampir pukul 15.00, artinya, trip selesai, saatnya untuk naik ke kapal dan kembali ke dermaga Muara Kamal. Lelah kaki setelah mengelilingi 3 pulau terbayar dengan angin sejuk selama perjalanan pulang. Trip ini bener2 bisa dijadikan alternatif buat kamu yang tinggal di sekitar Jakarta tapi tidak punya banyak waktu buat liburan. Hati senang, pikiran tenang, isi kantong tidak terkuras dan tidak tidak memakan waktu. Sampai jumpa di trip berikutnya.



  • Share:

You Might Also Like

0 comments